Duka negeriku

Tampar aku jangan negeriku
Bakar aku jangan tanah airku
Bunuh aku jangan negaraku
Siksa aku jangan Indonesiaku
Sudah cukup negeriku yang menangis
Sudah cukup tanah airku yang terbakar
Sudah cukup negaraku yang dihancurkan
Sudah cukup Indonesiaku yang menderita
Kini saatnya maju berjuang
Atau tidak sama sekali
Saatnya serukan hukum keadilan
Atau tetap bungkam dengan ketidakadilan

ANGIN


Bukan bulan dengan sinarnya
Atau pun bintang dengan kerlipannya
Bukan langit dengan birunya
Bukan pula senja dengan jingganya
Atau pun pelangi dengan warnanya
Aku hanya angin dengan hembusanya
Yang kadang tidak diharapkan kehadirannya
Aku angin yang menjatuhkan daun dari pohonnya
Aku angin yang hadir tanpa diminta
Aku hanya angin yang tak terlihat keberadaannya
Namun angin tak pernah marah
Angin sadar jika hadirnya penting bagi kehidupan
Angin tak pernah mengeluh meski manusia menyalahkan
Angin tetap berhembus tanpa kenal lelah
Membawa suka maupun duka kehidupan

Ruang

Tak ada ruang untuk malam ini

Jaraknya telah hilang dipenuhi sisa ketiadaan yang menyesaki

Kisah kisah mulai bercerita sendiri, menyanyikan lagu kepedihan

Tak ada gerak untuk hari ini

Kakinya cidera parah

Merintih rintih suara perih

Menerka nerka tangisan puisi

Tak ada ruang yang mengisi malam ini

Tak ada kata yang terucap

Tak ada lagi harapan yang dinanti

Semua sirna dalam lautan kebencian

by: tri widiyanti

Quotes 1

Ilusi

” Aku kira kamu nyata untukku, menjadi salah satu alasan kebahagiaan dalam hidup. Ternyata aku salah, kamu hanyalah sebuah ilusi. Dan kesalahan terbesarku adalah terjebak dalam ilusimu tanpa henti. ”

Ungkapan

” Tentang hidup yang memberikan harapan semu. Mencoba mengungkapkan kenyataan meski luka yang didapat. Tapi itu lebih baik dari pada harus terjebak dalam kubangan angan yang tak pasti. ”

Kenyataan

” Terkadang kita perlu berbohong untuk menutupi kenyataan yang membuat sakit hati. Tetapi menyimpan kenyataan hanya akan memperdalam rasa sakit yang ada. ”

By: Tri Widiyanti

18 Agustus 2019

Aku dan semesta

Semesta bilang aku tak ada duanya

Semesta menyanjungku dengan kata indahnya

Semesta memujiku seolah aku satu-satunya yang mempesona

Namun semesta berdusta

Kenyataannya…

Semesta berbisik tajam pada setiap katanya

Semesta menambah duka pada luka

Semesta tertawa seolah aku menyerah pada takdir

Dan bodohnya aku masih mengharapkan semesta

Hingga aku lelah dan memilih berhenti ditengah perjalanan

Yang mungkin akan merusak alurnya

Jiwa ini tenggelam, hilang tanpa sisa

Hati ini mengeras tanpa rasa

Kebencian ini tumbuh semakin besar

Rasa percaya ini hilang pada dusta semesta

Sekali lagi semesta bersuara

Menyerukan kebebasan fana

Ilusinya yang seakan nyata

Namun hanya membawa duka

Karya : Tri Widiyanti

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai